Pelatihan Operator SID Versi 3.10 Bersama 10 Desa Binaan KOMPAK

Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam hal ini Dinas Komunikasi Dan Informatika bersama KOMPAK Selasa tanggal 11 Juli 2017 mengadakan pelatihan kepada 10 operator SID binaan KOMPAK dengan narasumber Kasi Infrastruktur Teknologi Informatika Dinas Komunikasi Dan Informatika Joko Purmanto dan Wira Swastika dengan jumlah 10 desa binaan KOMPAK. Diantaranya operator dari Desa Bungur, Desa Jetak, Desa Wonoanti, Desa Tahunan, Desa Gemaharjo, Desa Tegalombo, Desa Ketrro, Desa Pucangombo, Desa Ngumbul, dan Desa Bubakan. Dalam pelatihan ini ternyata 10 desa binaan KOMPAK telah melakukan inputing data kedalam aplikasi SID, disamping itu ternyata sebanyak 10 desa binaan KOMPAK telah memanfaatkan Sistem Informasi Desa (SID) untuk mendukung pelayanan administrasi yang mudah dan cepat.

Dalam hal ini Kasi Infrastruktur TeknologiInformatika Joko Purmanto menyampaikan untuk kegiatan pelatihan ini akan berlanjut sampai beberapa tahap juga menekankan pentingnya sebuah sistem informasi desa yang terkait dengan keterbukaan informasi di Desa untuk mendukung pelayanan administrasi yang mudah dan cepat.
Selain itu pengurus kompak Kabupaten Pacitan Irwandi menyampaikan pengelolaan SID versi 3.10 ini belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan untuk perbaikan tata kelola Desa binaan KOMPAK, hal ini masih terkait dengan beberapa masalah teknis dan kapasitas operator SID yang ada di Desa.

Berbagai tantangan dan kebutuhan tersebut perlu ditangani agar pemanfaatan SID dapat dioptimalkan melalui pelatihan-pelatihan seperti hari ini yang telah dilaksanakan KOMPAK bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Dan Informatika.(Wr/Ryt diskominfo)

KULIAH UMUM: Progres dan Tantangan Otda

Pacitan – Pemerintah Kabupaten Pacitan hari ini, Selasa, 11/07/2017 melaksanakan kuliah umum tentang Otonomi Daerah dengan tema Progres dan Tantangan dengan pembicara Prof. Dr. H. Djohermansyah Djohan, MA yang merupakan Guru Besar IPDN. Acara yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Pacitan tersebut dihadiri oleh Bupati Pacitan dan peserta yang merupakan seluruh Pejabat Eselon 3 lingkup Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Menurut Djohermansyah Djohan, Otda memang memiliki hubungan dengan Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah diberikan sebagian urusan atau kewenangan dari Pemerintah Pusat. Sebagai contoh, di bidang pertanian ada subsidi pupuk dan sertifikasi benih yang masih menjadi tanggung jawab Pusat hal ini dilihat dari asas efektifitas dan kemanfaatan. Adapun progres atau kemajuan Otda kuncinya adalah masyarakat yang semakin sejahtera, pelayanan masyarakat yang semakin baik ujar dia.

Bupati Pacitan, Indartato dalam statemennya mengatakan bahwa inti dari Otda bahwa semuanya harus bisa bekerjasama dengan semuanya, dan semuanya harus satu persepsi bahwa Pemerintah itu ada untuk rakyat. Dan rakyat juga harus menyadari untuk bersama-sama bagaimana membangun daerahnya dengan baik. Menurut beliau banyak tantangan dalam menjalankan Otda ini, salah satunya penyamaan pesepsi antare lini ujar beliau

Dorong Minat Menulis Jurnalistik Siswa Sejak Dini, 19 Sekolah Mitra Replikasi Ikuti Pelatihan Jurnalisme Siswa.

Siswa sekolah juga punya hak untuk memberikan masukan terhadap layanan pendidikan yang mereka terima. Siswa sekolah bisa mendorong perbaikan layanan sekolah melalui tulisan atau berita. Berita dan tulisan siswa ini bisa dipublikasikan dengan menggunakan majalah dinding sekolah, media sosial, media online, dan website sekolah.
Sebagai usaha untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat dan mempublikasikan tulisan tentang layanan sekolah, Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Kinerja ADB menyelenggarakan Pelatihan Jurnalisme Siswa. Kegiatan Jurnalisme Siswa ini diikuti oleh 19 sekolah mitra replikasi se-kabupaten Pacitan. Setiap sekolah mengirimkan peserta sebanyak 2 orang siswa dan 1 orang guru pendamping.

Kegiatan pelatihan Jurnalis Siswa ini dilaksanakan selama 2 hari. Bertempat di Gedung Karya Dharma Kabupaten Pacitan. Dari pelatihan ini diharapkan akan menumbuhkan minat siswa – siswi untuk menekuni dunia Jurnalistik.
“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengembangkan bakat, minat, dan keterampilan siswa terkait dengan dunia jurnalistik.” Ucap Anang Sukanto dari perwakilan KINERJA ADB.
Senada dengan Anang, peserta pelatihan juga terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. Sesekali terlontar pertanyaan dari peserta pelatihan untuk menegaskan materi yang disampaikan narasumber.
Dwi Yoga, salah satu peserta dari SMPN 1 Kebonagung merasa sangat senang sekali bisa mendapatkan ilmu jurnalistik dari pelatihan Jurnalis Siswa ini. Peserta bisa langsung belajar dari narasumber Yayan Sakti Suryandaru Ketua Departemen Komunikasi Unair dan Agus Hariyanto Redaktur www.sindopos.com.
“Dari pelatihan ini saya berharap akan bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan saya terkait jurnalistik” ungkap Yoga disela-sela pelatihan.

Safari Ramadhan bangun komunikasi rakyat dengan Pemerintah

Pacitan- Sudah seharusnya pemerintah untuk selalu memantau perkembangan warganya, hal itu pula yang dilakukan Bupati Pacitan, khususnya bupati. selain untuk memantau perkembangan warganya, safari ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakatnya.

Safari Ramadhan yang ke delapan dilaksanakan di Dusun Pulorejo, Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemberian bantuan untuk masjid/mushola dan juga memberikan sembako untuk warga yang kurang beruntung.

Seperti kegiatan safari Ramadhan di daerah yg lain Bupati Indartato, dan Wakil Bupati pacitan Yudi sumbogo yang di dampingi Istri dan dikuti para pejabat daerah.

Dalam sambutan singkatnya pada senin(12/6/2017) pak In menyampaikan bahwa kita harus berbuat baik untuk kepentingan masing-masing. beliau juga menyampaikan maaf atas kedatangan beliau yang terlambat.

Acara dilanjutkan tauziah oleh bapak H.Samsudin dari MUI dalam dakwah singkatnya mengharapkan agar semua muslim bisa meningkatkan kadar keimanannya sehingga dalam menjalankan hidup bermasyarakat akan lebih tentram sembari menunggu waktu untuk berbuka puasa dan dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah.

Bupati Pacitan Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Pacitan-BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah berupaya memberikan perlindungan terhadap resiko sosial ekonomi seperti yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang.

Demi mewujudkan kesejahteraan bagi pekerja sebagaimana Undang-Undang nomor 24 Tahun 2011 tentang Peneyelenggara jaminan Sosial. Hal ini dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Pacitan, Jumat 09/06/2017 Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Pacitan bersama pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan santunan kematian kepada ahli waris yang meninggal dunia karena sakit. Ahli waris tersebut bernama Widayanti merupakan istri dari Almarhum Slamet yang beralamtkan di Dusun Semo Desa Arjosari Kecamatan Arjosari.

Dalam keteranggannya, Bupati Pacitan menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk melindungi pekerja dari resiko dan akibat yang ditimbulkan dari pekerjaan itu sendiri. Pekerja berhak mendapatkan perlindungan seperti yang sudah diundangkan.

Bupati berharap masayarakat berperan aktif menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. “Karena BPJS Ketenagakerjaan ini program dari pusat, maka kita harus mendukungnya, “lanjut beliau.

Disamping itu, Indra Gunawan selaku Pimpinan Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pacitan, menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan ada 4 program yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan pensiun. Untuk pak Slamet sendiri mendapatkan santunan karena meninggal sebesar Rp. 27.799.090,00 dengan rincian jaminan hari tua dan jaminan kematian. Selama bulan Januari sampai Mei 2017 BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Pacitan sudah membayarkan klaim jaminan hari tua sebesar 2,8 milyar dan untuk jaminan kematian sebesar 168 juta, serta jaminan kecelakaan kerja sebesar 53 juta. Lanjut Indra,

BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi keluarga pekerja karena santunan yang diterima oleh ahli waris dapat digunakan sebagai modal usaha ataupun sebagai tambhan biaya menyekolahkan anaknya.

Stop penangkapan ikan yang merusak sumber daya kelautan

Kegiatan penangkapan ikan secara tidak bertanggungjawab bukan hanya terbatas pada kegiatan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), tetapi juga terdapat kegiatan penangkapan ikan dengan cara-cara yang merusak (destructive fishing). Kegiatan ini juga dapat menyebabkan kerugian yang besar terutama terhadap kelestarian ekosistem perairan yang ada. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan, lewat Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berupaya terus untuk menjaga laut dari ancaman destructive fishing.


Kegiatan destructive fishing yang dilakukan oleh oknum masyarakat umumnya menggunakan bahan peledak (bom ikan), dan penggunaan bahan beracun untuk menangkap ikan. Penggunaan bahan-bahan tersebut mengakibatkan kerusakan terumbu karang dan ekosistem di sekitarnya, serta menyebabkan kematian berbagai jenis dan ukuran yang ada di perairan tersebut. Setidaknya, hasil penelitian World Bank tahun 1996 menunjukkan bahwa penggunaan bom seberat 250 gram akan menyebabkan luasan terumbu karang yang hancur mencapai 5,30 m2.

Dalam hal pengawasan kegiatan destructive fishing, Direktorat Jenderal PSDKP melalui para Pengawas Perikanan yang tersebar di seluruh Indonesia telah berhasil menggagalkan kegiatan pengggunaan bom ikan. Keberhasilan terbaru dilakukan oleh Pangkalan PSDKP Tual yang menggagalkan penangkapan dengan bom ikan di perairan Tual Maluku pada bulan Maret 2017. Selanjutanya pada tanggal 10 April 2017 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama TNI Angkatan Laut juga berhasil menggagalkan penangkapan ikan menggunakan bom ikan di perairan Lombok Timur. Sementara pada tanggal 30 Mei 2017, Polair Polda Sulawesi Selatan juga menangkap pelaku penangkapan ikan menggunakan bom di perairan Barang Lompo, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan menyebutkan bahwa setiap orang dilarang memiliki, menguasasi, membawa, dan/atau menggunakan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di kapal penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia. Apabila diketahui dan didapatkan cukup bukti terdapat oknum masyarakat yang melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan cara merusak, maka dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 2 milyar.

Perlu Peran Serta Masyarakat Atasi Destructive Fishing
Dengan luasnya wilayah laut Indonesia, memang terdapat keterbatasan Pemerintah untuk mengawasi kegiatan destructive fishing. Mulai dari keterbatasan personil pengawasan, kapal pengawas, dan jangkauan wilayah yang sangat luas. Untuk itu, peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama memerangi pelaku destructive fishing.

Peran serta masyarakat dapat dilakukan dengan mengamati atau memantau kegiatan perikanan dan pemanfaatan lingkungan yang ada di daerahnya, kemudian melaporkan adanya dugaan kegiatan destructive fishing kepada Pengawas Perikanan atau aparat penegak hukum.

*Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo

Safari Romadhon sebagai agenda rutin tahunan Pemkab Pacitan

Pacitan – Menurut pandangan Islam ramadhon merupakan saat yang tepat untuk membangun rasa kebersamaan dan rasa kepedulian umat sebagaimana yang dilakukan berbagai pihak. Dalam ramadhan tahun ini Pemerintah Kabupaten Pacitan juga telah membagikan sejumlah
bantuan kepada beberapa masjid/mushola, warga masyarakat khususnya yang kurang mampu sebagai bentuk ungkapan rasa peduli pemerintah kepada masyarakatnya.

Dalam kunjungan kerja dan safari romadhon ini Wabup Pacitan mengajak warga dan seluruh komponen masyarakat untuk lebih meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan khususnya
spiritual di Desa Cokrokembang.
Dalam safari romadhon yang ke 4 ini (Senin, 5/6/2017) Wakil Bupati Pacitan juga menyam paikan alasan atas ketidakhadiran Bupati, yaitu bahwa Bapak Indartato sedang menghadiri suatu
kegiatan penting yang tidak dapat ditinggalkan.

Kegiatan safari ramadhan dilaksanakan di masjid Abu Bakar as Sidiq yang bertempat di Dusun Barak, Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo yang pada kunjungannya ini Bapak Yudi Sumbogo didampingi istri, Forkopimda beserta rombongan lain dari unsur OPD dan Kantor Kemenag Pacitan.

Di hadapan warga, Wakil Bupati juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas terciptanya pembangunan spiritual yang sangat baik dan pembangunan spiritual yang telah tercipta seperti ini yang selanjutnya berharap hendaknya kondisi seperti ini terus dapat dipertahankan dan senantiasa dijaga.

Seusai pidato Wakil Bupati acara dilanjutkan dengan tausiah bapak Munir sambil menunggu waktu berbuka puasa.
(Kontributor : Ayu/wangsit) /Diskominfo Pacitan

Bazaar Ramadhan ajang promosi UMKM

Diharapkan UKM di Kabupaten Pacitan lebih maju dan berkembang, sehingga dapat menopang perekonomian daerah dan masyarakat. “Mudah-mudahan UKM dapat berkembang lebih maju,” demikian ucap Bupati Pacitan saat membuka bazaar Ramadhan Penuh Berkah di halaman Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMK (PLUT KUMK), Senin (29/5/2017).

 

Melalui ajang bazaar para pelaku usaha kecil diharapkan menjadi lebih kreatif, sehingga akan mampu meningkatkan daya saing produk di pasaran. Dari sisi lain kegiatan ini juga dapat digunakan sebagai ajang promosi produk unggulan usaha mikro dan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan momen dan berkah bulan suci Ramadhan.

Jelang Ramadhan, KASTA 74 Bakti Sosial Sambangi Warga Kurang Mampu

Bakti Sosial merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap sesama. Untuk menyambung kembali tali silaturahmi, Keluarga Alumni Sekolah menengah perTAma negeri Pacitan lulus tahun 1974 (KASTA 74) melakukan kegiatan bakti sosial dan silaturahmi di desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, Minggu (21/5 /2017).
Ketua Keluarga Alumni Sekolah menengah perTAma negeri Pacitan lulus tahun 1974 (KASTA 74), Widy Sumarji, mengatakan ikatan alumni bukan hanya sebagai ajang kumpul, namun juga sebagai ajang berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
“Ini memang kegiatan perdana alumni di tahun 2017, semoga juga bukan yang terakhir, saya berharap kegiatan ini bisa berlanjut di tempat-tempat yang lain,” tuturnya.
Pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (INFOKOM) Pacitan , ini berharap, melalui kegiatan baksos menjelang bulan suci Ramadhan bisa sedikit membantu beban masyarakat Desa Ngumbul.
” Harapannya, semoga dengan pembagian paket sembako ini bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan pokok saudara, keluarga dan orang tua kita,” sambungnya.
Lebih jauh Widy, mengatakan kegiatan ini bisa terlaksana tentunya atas kebersamaan, bantuan dan partisipasi rekan alumni angkatan 1974 yang tersebar di beberapa kabupaten/ kota di Indonesia. Pembagian kepada sesama, keluarga yang kurang mampu adalah bentuk kepedulian terhadap sesama yang dalam pelaksanaannya telah dilakukan survei lokasi.
“Agar pembagiannya tepat sasaran, kita telah lakukan survei lokasi dan melihat langsung kondisi masyarakat yang memang membutuhkan uluran tangan kita semua,” kata Widy.
Ditambahkannya, pembagian paket sembako menjelang bulan suci Ramadhan tersebut tersebar di Desa Numbul, dan beberapa desa lainnya. Diantarannya di Lembaga Penyantun Anak Yatim Piatu dan Dhuafa “Aba Al Aitam” Tremas Arjosari.
Kepala Desa Ngumbul, Katijan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas paket sembako yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu di desannya. “Terima kasih banyak, jangan dilihat dari banyak dan sedikit bantuan yang diberikan, semoga ini menjadi amal dan berkah bagi bapak Ibu sekalian dari Alumni SMPN I Pacitan. Atas Nama Desa sekali lagi kami haturkan banyak terima kasih,” ujar Tukijan.
Untuk diketahui, kegiatan yang dikemas oleh Keluarga Alumni Sekolah menengah perTAma negeri Pacitan lulus tahun 1974 (KASTA 74) terbangun atas sumbangsih dana dan partisipasi alumni yang berada di Kabupaten Pacitan dan Kota-kota lain. (admin* ngumbul.kabpacitan.id)

Tinjau Bazaar Ramadan, Bupati Indartato Puji Geliat Industri Rumah Tangga

Pacitan – Kabupaten Pacitan merupakan wilayah yang kaya potensi ekonomi. Salah satunya produk olahan makanan. Beragam varian makanan yang ada selama ini cukup dikenal tak hanya di luar daerah namun juga menembus manca negara.

Bupati Indartato saat meninjau Bazaar Ramadan di halaman Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Jl Jenderal Sudirman, Senin (29/5/2017) mengapresiasi munculnya banyaknya industri rumah tangga di Kota 1001 Gua. Dia berharap keberadaannya mempercepat laju ekonomi.
“Saya kira ini kegiatan yang sangat positif. Dari sini pula kita dapat melihat bahwa daerah kita sangat kaya dengan potensi dan sumberdaya ekonomi kerakyatan,“ ujar Pak In di sela peninjauan.
Bersama Wabup Yudi Sumbogo dan Sekda Suko Wiyono masing-masing beserta isteri, Bupati yang hadir didampingi Ny Luki Indartato meninjau beberapa kios yang ada. Sebagian besar menyediakan makanan olahan khas Pacitan. Bupati dan rombongan juga menyempatkan diri berbincang dengan pemilik kios.
“Mudah-mudahan usahanya terus berkembang ya,“ harap Pak In usai mendengarkan paparan seorang pemilik kios makanan tentang komoditas yang dijajakan.
Pada kesempatan tersebut Pak In juga mengimbau masyarakat memanfaatkan Bazaar Ramadan guna mendapatkan aneka kebutuhan. Ke depan kegiatan semacam itu diharapkan menjadi agenda rutin sehingga menjadi ikon serta tujuan utama masyarakat di pusat kota. (ps/ps)